

Oleh Della · Diperbarui 25 Oktober 2026
Pada 22 Oktober 2026, Google mengumumkan tiga pembaruan customer lifecycle goals di Google Ads: perluasan mode retensi untuk pelanggan lama, New Customer High Value Mode untuk Shopping, dan pengganda bid berbasis persentase. Bagi tim yang mengandalkan remarketing Google Ads berbasis tag, artinya jelas. Bidding yang membedakan pelanggan baru, pelanggan yang lama tidak membeli, dan anggota program loyalitas kini menjangkau lebih banyak jenis kampanye, asalkan Anda punya data pelanggannya sendiri.
Re-engagement untuk Performance Max sebenarnya sudah dibuka Google untuk semua pengiklan sejak April 2025. Yang baru bulan ini adalah perluasan ke Shopping dan Search, Retention Only Mode, serta pengganda persentase. Pengumuman Google menyebut tambahan itu "rolling out this month": diluncurkan bertahap dan belum terkonfirmasi untuk akun Indonesia.
Ringkasan
Google membawa High Value Mode ke Shopping, memperluas tujuan retensi ke Search dan Shopping, dan mengeluarkan pengganda persentase dari beta. Yang belum jelas adalah kapan fitur sampai ke akun tertentu, dan mengapa sebagian isi pengumuman belum tercermin di halaman bantuan.
Customer lifecycle goals adalah fitur Smart Bidding yang membuat kampanye memperlakukan pelanggan baru, pelanggan tidak aktif, dan pelanggan aktif secara berbeda, menurut halaman bantuan Google Ads. Pengumuman 22 Oktober menamai tiga mode retensi. Re-engagement memprioritaskan pelanggan yang lama tidak memesan sambil tetap melayani audiens utama. Loyalty ditujukan untuk anggota program loyalitas, sedangkan Retention Only menjangkau hanya segmen pelanggan yang Anda tentukan.
Pengganda persentase membuat dorongan bid ikut membesar bersama nilai keranjang. Contoh Google: dorongan 20% (1,2x) sama agresifnya untuk keranjang USD 500 maupun USD 50. Dalam ilustrasi rupiah, nilai yang dipakai bidding naik sekitar Rp100.000 untuk keranjang Rp500.000 dan Rp1 juta untuk keranjang Rp5 juta. Angka itu tambahan nilai konversi, bukan tambahan bid per klik.
| Fitur | Jenis kampanye menurut pengumuman | Menurut halaman bantuan (25 Okt 2026) |
|---|---|---|
| New Customer High Value Mode | Shopping, menambah Search dan Performance Max | Performance Max dan Search; Shopping belum tercantum |
| Re-engagement Mode | Performance Max, Search, Shopping | Hanya Performance Max; Shopping "segera" |
| Loyalty Mode | Performance Max, Search, Shopping | Performance Max dan Shopping |
| Retention Only Mode | Disebut dalam pengumuman | Belum ada di halaman bantuan |
| Pengganda persentase | Search, Shopping, Performance Max, Demand Gen | Belum ditemukan di halaman bantuan |
Yang paling siap adalah pengiklan yang transaksinya tercatat sebagai konversi Purchase, punya nilai konversi yang masuk akal, dan rutin memperbarui daftar Customer Match. Pengiklan lead generation tanpa konversi pembelian, atau yang sebagian besar penjualannya terjadi di marketplace, sebaiknya menunggu.
Syarat Re-engagement di halaman bantuan retensi cukup ketat. Anda butuh kampanye Performance Max yang mengejar sasaran konversi Purchase, setelan New Customer Acquisition di mode New Customer Value, dan setidaknya satu daftar Customer Match berisi pelanggan tidak aktif. Tanpa conversion tracking pembelian di Google Ads, retensi masih bisa dipakai, tetapi daftarnya harus diunggah dan ditetapkan manual.
Hambatan terbesarnya ada di data. Menurut panduan deteksi segmen pelanggan, pelanggan tidak aktif hanya dikenali lewat Customer Match: konektor CRM/CDP di Data Manager, Google Ads API, atau unggahan langsung. Daftar berbasis tag tidak kompatibel.
Masalahnya, pembeli dari Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop umumnya tidak masuk ke database Anda. Kebijakan Customer Match hanya mengizinkan data pihak pertama yang dikumpulkan langsung lewat situs, aplikasi, atau toko Anda.
Kebijakan itu juga membatasi setelan Targeting untuk akun dengan riwayat 90 hari dan total belanja sepanjang waktu di atas USD 50.000. Google tidak mengaitkan batas ini dengan mode retensi, tetapi akun baru sebaiknya mengeceknya.
Siapkan data, bukan kampanye baru. Menurut Fortune Indonesia yang mengutip Menteri Perdagangan, Harbolnas 2026 berlangsung 10–16 Desember dengan target transaksi naik 5–10% dari Rp36,4 triliun pada 2025.
Mengganti tujuan dan nilai pelanggan di tengah musim puncak membuat hasilnya sulit dibaca: mana efek musim, mana efek mode baru.
Cek kesiapan WEBARQ Promote. Metode: membandingkan pengumuman Google 22 Oktober 2026 dengan halaman bantuan Google Ads berbahasa Indonesia dan Inggris, diperiksa 25 Oktober 2026.
| Fitur | Prasyarat | Data yang diunggah | Titik gagal paling mungkin |
|---|---|---|---|
| New Customer High Value Mode | New Customer Value, bidding berbasis nilai, sasaran Purchase | Daftar pelanggan lama dengan definisi "nilai tinggi" | Daftar tipis atau definisi kabur |
| Re-engagement | Performance Max, New Customer Value, sasaran Purchase | Daftar Customer Match pelanggan tidak aktif | Daftar terlalu kecil atau usang |
| High Value Re-engagement | Sama dengan Re-engagement | Daftar tidak aktif plus daftar nilai tinggi | Nilai pelanggan tidak realistis |
| Loyalty Program Members | Bidding berbasis nilai | Daftar member plus benefit di feed Merchant Center | Benefit belum ada di feed |
| Retention Only Mode | Belum terdokumentasi | Segmen pilihan Anda (menurut pengumuman) | Jangan disiapkan sebelum ada halaman bantuan |
| Pengganda persentase | Belum terdokumentasi | Tidak ada | Dokumentasi belum konsisten |

Urutan kerja yang masuk akal untuk enam minggu ke depan:
Langkah kedua menyentuh data pribadi. Masa penyesuaian UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi berakhir 17 Oktober 2024. Pasal 20 mewajibkan dasar pemrosesan yang sah, dan persetujuan hanyalah salah satunya. Bila bersandar pada persetujuan, Pasal 21 mewajibkan penjelasan tujuan, jenis data, dan masa retensi, dan Pasal 22 ayat (1) meminta bentuk tertulis atau terekam. Pastikan dasarnya jelas sebelum mengunggah, bersama penasihat hukum.
Ukur pelanggan lama yang kembali karena kampanye, bukan semua pelanggan lama yang membeli. Sebagian dari mereka akan tetap berbelanja saat Harbolnas tanpa iklan.
Google menyarankan memantau re-engagement rate di platform analitik: pelanggan tidak aktif yang kembali, dibagi total pelanggan dari kampanye retensi.
Kami menyarankan satu langkah tambahan. Sisihkan sebagian pelanggan tidak aktif, misalnya 20%, dari daftar yang diunggah, lalu bandingkan tingkat pembelian kedua kelompok di CRM setelah 30–60 hari. Selisihnya adalah gambaran paling jujur tentang dampak tambahan. Laporkan pendapatan pelanggan baru dan pelanggan yang kembali secara terpisah, agar porsi akuisisi tidak diam-diam tergerus.
Apa pun pilihannya, minta tim atau agency Anda menunjukkan menu Customer retention di akun sendiri sebelum menjanjikan apa pun ke manajemen. Pengumuman belum sama dengan fitur yang aktif.
Dalam praktik, keduanya dipakai bergantian untuk menjangkau lagi orang yang pernah berinteraksi dengan brand Anda, dan Google Ads memakai istilah remarketing, umumnya untuk daftar berbasis tag situs. Mode retensi berbeda: pelanggan tidak aktif dikenali dari daftar Customer Match yang Anda unggah, dan tujuannya mengatur bidding.
Sebagian sudah. Lewat halaman Google Indonesia bertanggal 9 April 2025, Google menyatakan sasaran retensi untuk Performance Max diluncurkan ke semua pengiklan. Yang belum bisa dipastikan adalah tambahan dari pengumuman 22 Oktober 2026, yaitu retensi di Search dan Shopping, Retention Only Mode, dan pengganda persentase, karena pengumuman itu terbit di halaman Google Amerika Serikat. Cek menu Customer retention di setelan kampanye Anda.
Tidak. Google memposisikan retensi sebagai pelengkap akuisisi, dan Re-engagement justru mensyaratkan kampanye sudah memakai setelan New Customer Value. Kampanye tetap melayani audiens utamanya sambil memberi prioritas pada pelanggan tidak aktif. Google juga menyarankan menaikkan budget minimal 20% di awal agar fokus tambahan itu tidak memakan porsi akuisisi.
UU No. 27 Tahun 2022 mewajibkan dasar pemrosesan yang sah, dan persetujuan eksplisit adalah salah satunya, di samping dasar lain seperti kontrak atau kepentingan yang sah. Kebijakan Customer Match juga meminta persetujuan bila hukum atau kebijakan Google mewajibkannya. Dasar mana yang berlaku untuk daftar Anda adalah penilaian hukum, jadi konsultasikan ke penasihat hukum.
Jika Anda ingin memetakan kesiapan data dan struktur kampanye sebelum menguji mode retensi, tim Paid Search WEBARQ Promote bisa membantu mengauditnya. Untuk konteks pengukuran yang lebih luas, baca juga ulasan kami tentang performance marketing.
Artikel ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum.