

Oleh Angelica · Diperbarui 24 Oktober 2026
Tim marketing cukup membuka Google Search Console sebulan sekali, asalkan urutannya benar. Google sendiri menyarankan ritme itu: panduan memulai Search Console menyebut Anda tidak perlu masuk setiap hari karena masalah baru dikirim lewat email, tetapi akun sebaiknya diperiksa kira-kira sebulan sekali atau saat konten situs berubah.
Urutan yang kami sarankan: tindakan manual dan masalah keamanan dulu, lalu performa, pengindeksan, dan Core Web Vitals, kemudian semuanya diringkas dalam satu halaman untuk manajemen. Search Console mencatat cara Google melihat situs Anda. Ia tidak mengukur penjualan.
Ringkasan
Google Search Console adalah layanan gratis dari Google untuk memantau, merawat, dan memecahkan masalah kehadiran situs di Google Penelusuran. Ia mencatat apa yang terjadi sebelum orang tiba di situs: berapa kali halaman tampil dan diklik, di posisi berapa, dan apakah Google bisa mengindeksnya.
Yang terjadi sesudah klik ada di luar jangkauannya. Konversi dan nilai lead dicatat di Google Analytics; menurut Bantuan Google Analytics, data Search Console bisa dihubungkan ke Analytics dan tiba di sana 48 jam setelah dikumpulkan. Kalau direksi bertanya berapa penjualan dari SEO, jawabannya ada di Analytics atau CRM.
Saat menyiapkan akses, pilih jenis properti. Properti Domain mencakup semua subdomain serta http dan https, dan diverifikasi lewat data DNS. Properti Awalan URL hanya mencakup awalan tertentu, misalnya contoh.co.id/en/. Laporan Crawl Stats hanya ada di properti tingkat domain, jadi verifikasi properti Domain lebih dulu.
Enam kelompok laporan cukup: Tindakan manual, Masalah keamanan, Laporan performa (termasuk performa AI generatif bila sudah muncul), Pengindeksan halaman bersama Peta situs, Core Web Vitals, dan Laporan link. Google pun menyarankan pemeriksa berkala mencari tindakan manual, masalah keamanan, lonjakan error, dan penurunan klik yang tajam.
Tabel di bawah adalah inti Rutinitas bulanan WEBARQ Promote. Metodenya: kami membaca halaman Search Console Help, Search Central, dan web.dev pada 24 Oktober 2026, lalu memetakan setiap laporan ke pertanyaan bisnis, ambang tindakan, dan pemilik tugas. Ambang bertanda "Google" berasal dari dokumentasi resmi; "aturan praktis" adalah rekomendasi kami. Tidak ada data klien atau benchmark di dalamnya.
Tabel 1. Rutinitas bulanan WEBARQ Promote (per dokumentasi Google, Oktober 2026)
| Laporan | Pertanyaan bisnis | Ambang tindakan | Pemilik |
|---|---|---|---|
| Tindakan manual | Apakah Google menjatuhkan sanksi spam? | Satu entri saja: perbaiki, ajukan peninjauan ulang (Google) | SEO lead |
| Masalah keamanan | Apakah situs diretas atau berbahaya? | Satu entri saja: tangani segera (Google); targetkan selesai hari itu juga (aturan praktis) | Developer, hosting |
| Laporan performa | Kehadiran di Google naik atau turun? | Pergerakan yang bertahan beberapa minggu, setelah faktor musim dicek (aturan praktis) | Marketing |
| Filter brand / non-brand | Apakah pertumbuhan datang dari orang yang belum kenal merek? | Klik non-brand terus turun: periksa halaman topiknya (aturan praktis) | Marketing, konten |
| Performa AI generatif | Seberapa sering tampil di AI Overviews dan AI Mode? | Tidak ada ambang; baca sebagai tren (aturan praktis) | Marketing |
| Pengindeksan halaman | Apakah halaman penting terindeks? | Halaman penting kena error 5xx, error pengalihan, 404, soft 404, blokir robots.txt, atau noindex tak disengaja (alasan dari Google) | SEO, konten |
| Peta situs | Bisakah Google membaca peta situs? | Status selain Success (Google) | Developer |
| Core Web Vitals | Apakah pengalaman pengguna nyata cukup baik? | Grup URL Perlu peningkatan atau Buruk (Google) | Developer |
| Laporan link | Ada situs penaut asing? | Tidak ada ambang; cukup tiap kuartal (aturan praktis) | SEO |
Estimasi waktunya: 5 menit untuk tindakan manual dan keamanan, 15 menit performa, 10 menit pengindeksan dan peta situs, 5 menit Core Web Vitals, 5 menit link (cukup tiap kuartal), dan 5 menit menulis ringkasan.

Laporan performa dibaca dari empat metrik (klik, tayangan, CTR, posisi rata-rata), dipilah per kueri dan halaman, dengan kueri brand dipisahkan dari non-brand. Tampilan bawaannya tiga bulan terakhir, jadi setel rentang ke satu bulan kalender.
Menurut definisi metrik Google, klik dihitung saat pengguna meninggalkan hasil penelusuran menuju situs Anda. Tayangan dihitung ketika link Anda ada di halaman hasil yang dibuka, meski belum di-scroll, kecuali tersembunyi di carousel atau FAQ yang harus dibuka. CTR adalah klik dibagi tayangan.
Posisi rata-rata paling sering disalahpahami. Untuk setiap kueri, Google mengambil posisi teratas situs Anda lalu merata-ratakannya. Hasil yang dilihat direktur saat mencari sendiri bisa berbeda karena riwayat dan lokasi. Baca perubahannya, terutama yang mendadak.
Selisih itu wajar. Dokumentasi dimensi Laporan performa menjelaskan bahwa grafik dihitung per properti, sedangkan tabel per Halaman dihitung per halaman. Dua halaman Anda yang tampil untuk satu kueri menjadi satu tayangan di grafik, dua di tabel. Kueri yang dianonimkan karena jarang dicari juga hanya masuk total grafik, dan ekspor dari antarmuka dibatasi 1.000 baris.
Filter brand dan non-brand memisahkan pencarian yang memuat nama merek Anda, dan bagi CMO inilah pemisahan terpenting. Klik brand lebih mencerminkan permintaan yang sudah ada, misalnya hasil iklan atau pemberitaan. Klik non-brand menunjukkan apakah konten menjangkau orang baru. Riwayatnya dimulai Maret 2025, filternya tidak muncul untuk situs bertayangan rendah, dan Google mengakui klasifikasinya bisa keliru.
Google tidak memberi ambang penurunan traffic. Aturan praktis kami: bandingkan bulan ini dengan bulan lalu dan bulan yang sama tahun lalu, lalu selidiki hanya pergerakan yang bertahan beberapa minggu.
Panduan Google tentang penurunan traffic menyarankan rentang 16 bulan untuk melihat apakah penurunan berulang karena hari libur atau musim; di Indonesia, pikirkan Ramadan dan Lebaran. Karena data hanya tersimpan 16 bulan, salin angka bulanan ke spreadsheet.
Tayangan dan klik dari AI Overviews dan AI Mode sudah masuk Laporan performa, di jenis penelusuran Web, tanpa kolom terpisah. Semua link dalam satu AI Overview mendapat posisi yang sama. Google mengumumkan laporan performa AI generatif pada 3 Juni 2026. Isinya tayangan saja, dan laporan itu tidak muncul bila tayangan di fitur AI belum cukup. Per catatan Google, sejak 31 Agustus 2026 laporan ini tersedia untuk semua situs di seluruh dunia.
Laporan ini menunjukkan URL yang terindeks dan alasan URL lain tidak terindeks. Yang dicari adalah halaman penting yang tidak terindeks, bukan total "tidak diindeks". Google menegaskan bahwa duplikat, halaman noindex, URL yang diblokir robots.txt, atau 404 untuk halaman yang memang dihapus adalah hal wajar.
Perbaiki bila halaman produk, layanan, atau artikel utama terkena Server error (5xx), Redirect error, Not found (404), Soft 404, atau noindex dan blokir robots.txt yang tidak disengaja. "Duplicate without user-selected canonical", kata Google, bukan error. "Crawled - currently not indexed" berarti halaman mungkin diindeks nanti, mungkin juga tidak.
Untuk satu URL, gunakan Alat Inspeksi URL: ia menampilkan versi yang diindeks Google, canonical pilihan Google di samping canonical Anda, serta uji langsung. Untuk banyak halaman, Google menyarankan peta situs dengan lastmod daripada permintaan pengindeksan berulang. Status peta situs "Has errors" atau "Couldn't fetch" diteruskan ke developer.
Menurut Google, situs dengan kurang dari 500 halaman kemungkinan tidak memerlukan laporan ini. Untuk situs korporat atau e-commerce besar, kaitannya dengan crawl budget lebih terasa; pembahasan technical SEO kami bisa menjadi titik awal.
Core Web Vitals adalah tiga metrik pengalaman pengguna nyata: kecepatan memuat (LCP), respons interaksi (INP), dan kestabilan tata letak (CLS). Bertindaklah saat grup URL berstatus Perlu peningkatan atau Buruk. Laporan Core Web Vitals memakai ambang yang sama dengan web.dev, pada persentil ke-75, terpisah untuk ponsel dan desktop.
Tabel 2. Ambang Core Web Vitals (per dokumentasi Google, Oktober 2026)
| Metrik | Baik | Perlu peningkatan | Buruk |
|---|---|---|---|
| LCP | ≤ 2,5 detik | ≤ 4 detik | > 4 detik |
| INP | ≤ 200 ms | ≤ 500 ms | > 500 ms |
| CLS | ≤ 0,1 | ≤ 0,25 | > 0,25 |
Datanya berasal dari pengguna Chrome sungguhan (Chrome UX Report) selama 28 hari terakhir, sehingga perbaikan hari ini baru tercermin penuh beberapa minggu kemudian. Situs bertraffic kecil bisa melihat laporan kosong karena datanya kurang. Detail tiap metrik ada di artikel kami tentang Core Web Vitals.
Laporan Pengalaman halaman dan Kegunaan Seluler tidak perlu masuk checklist. Pada 2023 Google mengubah laporan Pengalaman halaman menjadi halaman panduan, dan Kegunaan Seluler dihentikan mulai 1 Desember 2023. Laporan HTTPS masih ada dan cukup dilirik setelah migrasi situs.
Ketiganya menyangkut risiko, jadi tetap dibaca apa pun arah grafik klik. Tindakan manual dijatuhkan ketika peninjau manusia di Google menilai halaman melanggar kebijakan spam, dan sebagian atau seluruh situs bisa diturunkan atau dihilangkan dari hasil. Menurut Bantuan Google tentang tindakan manual, pemberitahuannya juga dikirim ke kotak pesan akun. Setelah diperbaiki, ajukan permintaan peninjauan ulang.
Masalah keamanan mencakup konten yang diretas, malware, dan rekayasa sosial. Halaman terdampak bisa diberi label peringatan di hasil penelusuran atau di browser. Bagi bank atau perusahaan Tbk, label semacam itu langsung menjadi urusan reputasi.
Laporan link menampilkan halaman yang paling banyak ditautkan, situs penaut teratas, dan teks link teratas. Ia sampel, bukan daftar lengkap, dan tidak memberi tahu apakah sebuah link bertanda nofollow. Jangan jadikan totalnya KPI. Pakai untuk menemukan domain asing di daftar penaut dan halaman layanan yang jarang ditautkan dari situs Anda sendiri.
Satu halaman cukup, asalkan setiap blok menjawab satu pertanyaan direksi. Template ini bagian dari Rutinitas bulanan WEBARQ Promote.
Tabel 3. Template laporan Search Console satu halaman
| Blok | Isi | Sumber |
|---|---|---|
| 1. Kepala | Properti, periode, catatan "data maksimal 16 bulan" | - |
| 2. Angka non-brand | Klik, tayangan, CTR, posisi: bulan ini, bulan lalu, tahun lalu | Laporan performa |
| 3. Halaman bergerak | 5 kenaikan dan 5 penurunan klik terbesar | Laporan performa |
| 4. Pengindeksan | Halaman penting tidak terindeks dan alasannya; status peta situs | Pengindeksan, Peta situs |
| 5. Core Web Vitals | Jumlah grup Baik, Perlu peningkatan, Buruk | Core Web Vitals |
| 6. Risiko | Tindakan manual dan masalah keamanan (ada/tidak) | Tindakan manual, Masalah keamanan |
| 7. Tayangan AI | Bila laporannya sudah muncul | Performa AI generatif |
| 8. Tindakan | Prioritas bulan depan, pemilik, tenggat | - |
Tulis satu kalimat penjelasan di bawah setiap angka. Bila waktu hanya cukup untuk dua blok, isi blok 2 dan 8. Tanpa pemilik dan tenggat, laporan bulanan hanya menjadi arsip.
Search Console tidak cukup begitu pertanyaannya menyangkut uang, daftar kueri lengkap, atau kehadiran merek di jawaban AI. Untuk konversi, hubungkan ke Google Analytics, yang lalu mendapat laporan Google Organic Search Queries dan Google Organic Search Traffic. Untuk kueri, batas 1.000 baris bisa dilewati lewat Search Analytics API atau ekspor massal ke BigQuery.
Celah ketiga adalah AI. Laporan performa AI generatif menghitung tayangan, tetapi tidak menunjukkan apakah merek Anda disebut atau direkomendasikan dalam jawaban AI. Pemetaan itu memerlukan pemantauan terpisah, yang menjadi bagian dari layanan AI Search Optimization kami.
Jika properti Domain belum terverifikasi, mulai dari situ. Jika sudah, buka Tindakan manual dan Masalah keamanan, lalu catat klik non-brand bulan lalu sebagai titik awal. Bila halaman layanan utama tidak terindeks, tunda konten baru sampai halaman itu beres. Isi template di atas sekali, kirim ke manajemen, dan ulangi pada tanggal yang sama bulan depan.
Ya. Google Search Console adalah layanan gratis dari Google untuk memantau dan memecahkan masalah kehadiran situs di Google Penelusuran. Situs tetap bisa muncul di hasil Google tanpa mendaftar, tetapi tanpa Search Console Anda tidak melihat data kueri, status pengindeksan, atau pemberitahuan tindakan manual dari Google.
Keduanya mengukur hal berbeda. Search Console menghitung klik dari hasil Google dan mencatatnya pada URL canonical, dengan tanggal zona waktu Pacific. Analytics menghitung sesi dan konversi di situs, dan menerima data Search Console 48 jam setelah dikumpulkan. Selisih itu wajar; yang layak dibandingkan adalah arah trennya.
Data performa disimpan 16 bulan, cukup untuk membandingkan satu bulan dengan bulan yang sama tahun lalu. Filter brand dan non-brand baru punya riwayat sejak Maret 2025. Untuk riwayat lebih panjang, Google menyarankan menyimpan data lewat Search Analytics API, atau Anda bisa menyalin angka bulanan ke spreadsheet.
Tidak. Duplikat, halaman bertag noindex, URL yang diblokir robots.txt, dan halaman yang sengaja dihapus menurut Google adalah hal wajar. Masalah muncul bila halaman layanan atau produk utama tidak terindeks karena error server, error pengalihan, soft 404, atau noindex yang tidak disengaja. Periksa halaman seperti itu dengan Alat Inspeksi URL.
Ya. Klik pada link di dalam AI Overview atau AI Mode dihitung sebagai klik di Laporan performa, pada jenis penelusuran Web, bercampur dengan hasil biasa. Laporan performa AI generatif yang diumumkan 3 Juni 2026 memisahkan tayangan di fitur AI, tanpa data klik, jadi pakailah untuk membaca tren, bukan ROI.
Ingin laporan bulanan Search Console Anda berujung pada perbaikan yang benar-benar dikerjakan? Tim SEO WEBARQ Promote bisa membantu menyusun rutinitasnya dan menindaklanjuti temuan tiap bulan.