
Ada berbagai macam proses yang dilakukan dalam SEO, salah satunya adalah melakukan outbound link. Mungkin, Anda sendiri lebih mengenal internal link bila dibandingkan dengan outbound link. Bahkan, tidak sedikit pemilik website yang enggan untuk menerapkannya.
Padahal, cukup banyak professional di bidang SEO yang memberikan saran akan menyematkan outbound link di konten artikel. Berikut sejumlah penjelasan mengenai outbound link.
Outbound link pada dasarnya merupakan taktik link building yang digunakan untuk mengarahkan link agar keluar dari web pemilik. Contohnya dari website X ke website Z. Outbound link juga sering disebut dengan external link, atau link yang diberikan pada web lain.
Biasanya, outbound link ini sering digunakan dalam artikel agar dapat menambah konteks serta sebagai sumber informasi tambahan yang relevan pada user. Nantinya, website yang menjadi tujuan outbound link umumnya merupakan web yang mempunyai authority tinggi.
Memilih web dengan authority tinggi ini bertujuan agar link tersebut dapat meyakinkan user jika konten yang dibuat berasal dari sumber yang terpercaya.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, outbound link adalah link yang keluar dari website X ke website Z, sedangkan inbound link merupakan kebalikan dari outbound link ini. Inbound link adalah link yang mengarah ke website.
Misalnya seperti webpage B memiliki konten ABC memperoleh inbound link dari webpage A. Sebutan lainnya dari inbound link ialah backlink atau link yang masuk. Dua jenis link ini sangat penting untuk SEO karena nantinya dapat meningkatkan user experience serta memberi konteks yang lebih dalam untuk Google.
Terdapat sejumlah perbedaan yang dimiliki antara outbound link dan inbound link. outbound link nantinya akan mengarahkan link ke web lain, tetapi inbound link adalah memperoleh link yang berasal dari web lain.
Bila outbound link nantinya akan memberikan rekomendasi, inbound link tentu berbeda karena akan memperoleh rekomendasi. Perbedaan lain antara outbound link dan inbound link yang lainnya adalah, outbound link akan memberi link equity ke web lain.
Hal ini berbeda dengan inbound link yang justru mendatangkan link equity yang berasal dari web lain. Tidak hanya itu, outbound link mengarahkan user ke web lain, sedangkan inbound link akan mendatangkan user ke web lain.
Bila dilihat dari hal di atas, mungkin Anda berpendapat jika lebih baik memperoleh inbound link jika dibandingkan dengan outbound link.
Baca juga artikel : Web Live Chat, Memaksimalkan Pengunjung Web Menjadi Leads
Perlu diketahui, outbound link dibagi menjadi 2 jenis yaitu followed link serta unfollowed link. Berikut penjelasan lengkapnya:
Pertama adalah followed link. Bila Anda menggunakan outbound link jenis ini, search engine nantinya akan melakukan crawl dan mengikuti link yang ditautkan dari website Anda ke website lain.
Outbound link jenis ini akan dianggap oleh mesin pencari sebagai backlink yang diberikan pada website yang ditautkan.
Jenis yang lainnya adalah nofollowed link. Beda dengan sebelumnya, jenis outbound link ini dapat membuat search engine tidak bisa mengikuti ke link web yang ditautkan, sehingga web tidak memperoleh backlink dari web lain.
Tidak sedikit pemilik website yang merasa keberatan memberi outbound link. Bahkan, tidak sedikit yang merasa anti menggunakan outbound link. Padahal, nyatanya outbound link ini juga memberikan sejumlah manfaat untuk performa konten.
Berikut sejumlah manfaat yang dimiliki dari penerapan outbound link, antara lain:
Bila dilihat dari kacamata Google, memberi outbound link di website yang relevan menjadi faktor yang akan memperkuat topic pembahasan, kemudian memperjelas tujuan serta konteks dari konten.
Sehingga, Google bisa lebih mudah memahami seperti apa isi konten yang dibuat. Tidak hanya itu, menyematkan outbound link juga bisa memperlihatkan seberapa dalam pembahasan atau topic, sehingga bisa membantu user memperoleh informasi lebih lengkap lagi.
Lebih-lebih bila topic yang dibahas menyangkut sejumlah hal yang membutuhkan pembahasan mendalam. Oleh sebab itu, pemilik website tidak perlu ragu atau takut ketika ingin menggunakan outbound link dalam web.
Salah satu pertanyaan yang sering diutarakan adalah “apakah memberikan outbound link akan membuat dampak yang kurang baik untuk website?” jawabannya tidak. Karena, memberi link ke website lain bisa memberi value untuk user.
Tidak jarang, outbound link yang diberikan bisa membantu user agar mengetahui hal lebih lanjut. Selain itu, outbound link juga akan mengecek sumber tulisan dan memahami lebih baik apakah konten yang dibuat relevan atau tidak.
Saat berada di bangku kuliah atau sekolah, mungkin Anda sering melampirkan sejumlah data, kutipan dan statistic dengan sumber terpercaya. Begitu juga dengan konten yang dibuat, outbound link akan menjadi sumber yang ditulis.
Bila terdapat data statistic, kutipan atau bahkan postingan di Instagram, link sumber dapat diberikan.
Memasukkan outbound link ternyata mampu mencerminkan expertise dari penulis. Karena outbound link dapat memperlihatkan web keseluruhan.
Bila ingin menerapkan outbound link, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:
Saat mengaplikasikan link di artikel, pastikan Anda tidak melakukannya secara sembarangan. Link yang diterapkan sebaiknya terlihat secara natural dan jumlahnya tidak begitu banyak.
Bukan hanya itu, outbound link yang dikaitkan dalam artikel dianjurkan berasal dari sumber terpercaya. Bila tidak menggunakan sumber yang terpercaya, lebih baik hindari mengaitkan outbound link di artikel.
Bila sudah melakukan outbound link ini, Anda dapat melakukan pengecekan maupun audit outbound link tersebut secara berkala. Bila ingin mengidentifikasi kesehatan outbound link, Anda dapat menggunakan tools seperti ubersuggest, semrush dan lainnya.
Dari hasil audit ini, Anda dapat melihat mana saja outbound link yang harus dikoreksi, dihilangkan maupun diganti.
Bukan hanya digunakan untuk SEO saja, tetapi outbound link ini juga dapat digunakan ketika sedang melakukan program affiliate marketing di website. Sederhananya, Anda menjual slot link pada bisnis atau brand sebagai media promosi.
Namun, disarankan Anda menggunakan atribut yang sesuai untuk linknya. Beberapa atribut yang digunakan seperti rel=”ugc”, dan yang lainnya. Anda juga harus menghindari aktivitas jual beli backlink outbound link untuk meningkatkan SEO.
Menerapkan outbound link memang tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Namun, pemilik website tidak bisa dengan sembarangan menerapkan outbound link ini. Contohnya menggunakan outbound link dari bisnis competitor atau yang lainnya.
Agar dapat menerapkan outbound link dengan baik, Anda dapat menyerahkannya pada agency digital. WEBARQ dapat dijadikan sebagai pilihan. Memiliki pengalaman selama 10 tahun, WEBARQ akan membantu website bisnis Anda berada di peringkat teratas klik disini.