Digital Marketing

Apa itu Canonical URL? Fungsi Serta Cara Penggunaannya

Mar 03, 20239 mins read

Bila Anda memiliki sebuah halaman yang bisa diakses dari sejumlah variasi URL (Uniform Resource Locator) atau halaman dengan konten mirip, canonical URL dapat dijadikan sebagai pilihan. Bila Anda tidak menerapkan canonical URL di konten yang mirip, nantinya Google akan menganggap salah satu atau bahkan keduanya tidak valid. 

Jika hal ini terjadi, tentu saja visibilitas halaman yang ada di mesin pencari menjadi kurang maksimal dan berisiko halaman tidak bisa diindex, dan membuat hasil pencarian menjadi tidak tepat dan akhirnya akan mempengaruhi halaman pada mesin pencarian. 

Agar hal itu tidak terjadi, canonical URL menjadi salah satu cara yang dapat diterapkan, pada halaman yang dianggap lengkap agar memperoleh peringkat hasil penelusuran. 

Apa itu Canonical URL

Pada dasarnya, canonical URL merupakan halaman yang dianggap representatif dibandingkan dengan sekumpulan halaman duplikat yang berada di sebuah situs. Sehingga canonical URL merupakan URL utama dari sejumlah variasi URL di halaman yang mempunyai kemiripan konten. 

Penggunaan canonical URL ini akan membantu pemilik website mencegah masalah duplikat yang berada di pembuatan konten. Bukan hanya itu, dengan menggunakan teknik ini, performa SEO (Search Engine Optimization) untuk situs website Anda menjadi semakin bertambah. 

Karena, penggunaan canonical URL erat kaitannya dengan URL yang memperoleh ranking pada SERP (Search Engine Results Page). Penerapan canonical URL juga menjadi teknik SEO yang bermanfaat untuk memberitahukan mesin pencari jika sebuah halaman harus rangking ketika terjadi duplikasi konten. 

Fungsi & Manfaat Canonical URL

Seperti yang telah disinggung di atas, canonical URL memiliki fungsi agar dapat menghindari duplikat konten yang ada di halaman website. Penggunaan canonical URL juga menjadi cara untuk memberi tahu jika search engine halaman yang menjadi halaman utama harus diindeks.

Ketika proses optimasi SEO, nantinya duplikat konten dapat memberi dampak buruk untuk halaman web yang Anda miliki contohnya seperti halaman tidak muncul di SERP dan crawl budget berkurang. Bukan hanya itu, Google juga kurang menyukai adanya duplikat konten karena bisa menyulitkan mereka. 

Bila duplikat konten terjadi, Google akan sulit menentukan mana halaman yang harus diindeks serta diberi peringkat dalam penelusuran. Perlu diketahui, mesin pencari nantinya akan menganggap konten yang sama, tetapi URL berbeda akan mereka anggap menjadi halaman terpisah. 

Sedangkan, untuk user jika satu banyak website terlihat seperti halaman yang sama, mereka tetap akan menganggap jika website tersebut adalah halaman yang sama. Sedangkan bagi Google, link tersebut adalah halaman berbeda dan di dalamnya terdapat konten duplikat. 

Jika tidak ada canonical URL, nantinya Google akan menentukan sendiri mana halaman yang akan diutamakan mesin. Kemudian Googlebot nantinya memilih mana halaman paling lengkap serta dianggap berguna, akhirnya menandainya sebagai canonical. 

Halaman ini nantinya akan sering di crawling oleh Google, sedangkan halaman lain yang dianggap duplikat malah jarang di crawling. Saat hal ini terjadi secara terus menerus, Google bisa memilih halaman yang salah, dan akhirnya halaman utama malah kehilangan peringkat serta web traffic. 

Kapan Harus Menggunakan Canonical URL

Sebenarnya, tidak semua halaman membutuhkan canonical URL. Oleh sebab itu, sebelum menerapkan canonical URL di sebuah halaman situs, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut waktu yang tepat menggunakan canonical URL, antara lain:

Adanya konten duplikat

Adanya halaman web yang memiliki konten mirip

Menggunakan parameter di URL. 

Contoh Canonical URL

Berikut sejumlah contoh penggunaan canonical URL, antara lain:

Menggunakan WWW

Contoh pertama adalah penerapan WWW di awal domain. Contohnya seperti https://www.cantiksekali.id, kemudian https://cantiksekali.id. 

Device yang Berbeda

Perbedaan tampilan ketika halaman diakses di sejumlah perangkat berbeda seperti melalui mobil, web serta versi AMP. 

Penerapan SSL dan HTTPS

Penerapan SSL di domain seperti http://cantiksekali.id, dan https://cantiksekali.id. 

Variasi Produk

Untuk contoh variasi produk ini seperti menggunakan warna pada URL, khususnya untuk website yang berisi produk-produk dengan warna berbeda. 

Variasi Konten

Contoh lain dari canonical URL ini juga dapat dilakukan dengan memberikan variasi konten, sehingga menargetkan sebuah kata kunci. 

Apakah Tag Canonical Mempengaruhi Ranking di Google?

Pada dasarnya, pihak Google sendiri tidak ingin menampilkan konten duplikat di pencarian. Sehingga, pemilik website harus menentukan canonical URL di halaman yang paling diutamakan serta memperoleh visibilitas serta rangking pada SERP. 

Penggunaan canonical URL bisa memberitahu Google jika halaman yang diberi canonical URL mirip dengan halaman lainnya di situs. Sehingga penggunaan canonical URL ini bisa membantu Google agar mengambil serta menghubungkan seluruh sinyal rangking yang berasal dari konten duplikat di satu URL.

Sebelumnya sudah disinggung jika penggunaan canonical URL erat kaitannya dengan URL yang nantinya muncul di SERP. Tetapi bukan berarti canonical URL ini menjadi faktor yang mempengaruhi rangking atau SEO. 

Hal ini disebabkan karena Google mungkin akan mengabaikan serta memilih canonical URL sendiri sesuai dengan sejumlah faktor seperti menggunakan SSL, keberadaan URL, kualitas konten dan yang lainnya. 

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menerapkan Canonical URL

Canonical URL tentu saja tidak bisa sembarang diterapkan. Saat ingin menerapkan canonical URL di sebuah halaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

Membuat canonical URL menggunakan plugin Yoast SEO WordPress.

Membuat canonical URL dengan menggunakan HTML tags.

Memilih satu canonical URL di setiap halaman.

Mengaplikasikan canonical URL.

Menggunakan versi domain dengan tepat.

Menggunakan huruf kecil URL.

Menggunakan URL secara mutlak.

Hal yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Canonical URL

Saat ingin menerapkan canonical URL di sebuah halaman website, ada beberapa hal yang harus dihindari, seperti:

Hindari menempatkan canonical URL di bagian header.

Gunakan self referential canonical URL.

Menggunakan huruf kapital di URL.

Hindari menggunakan absolute URL.

Hindari menggunakan canonical URL lebih dari satu. 

Alasan Harus Menggunakan Canonical URL

Sebenarnya, mengapa pemilik website harus menggunakan canonical URL. Ada beberapa alasan yang membuat pemilik website harus menggunakan canonical URL, seperti:

Agar dapat menentukan mana URL yang dilihat orang dalam penelusuran.

Agar bisa melakukan konsolidasi sinyal link pada halaman duplikat.

Untuk menyederhanakan pelacakan metric di sebuah topik atau produk.

Agar dapat mengelola konten yang bersindikasi.

Agar mampu menghindari crawling yang kurang dibutuhkan. 

Canonical URL memang bukan menjadi hal utama ketika menerapkan SEO pada website. Namun, bukan berarti pemilik website tidak perlu memperhatikannya. Agar dapat merancang canonical URL dengan tepat, Anda dapat menyerahkannya pada WEBARQ. 

Memiliki pengalaman di bidang pengembangan website, keamanan dan konten selama lebih dari 10 tahun, tentu Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas layanan yang diberikan. Jadi, tunggu apalagi? Hubungi WEBARQ dan temukan solusi dari website perusahaan Anda.