
Sejarah Internet di Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an, saat itu jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai jaringan komunitas. Dengan pertumbuhan kemajuan teknologi, perkembangan Internet di Indonesia menjadi lebih komersial dan individual, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sekitar tahun 1994, IndoNet memulai bisnis mereka, yang merupakan ISP komersial pertama di Indonesia. Pada tahun 1955, mereka berkembang lebih jauh dengan BBS (Bulletin Board System) di Indonesia yang menyediakan akses Telnet ke luar negeri. Dengan menggunakan browser jarak jauh Lynx di Amerika Serikat, pengguna Internet di Indonesia dapat mengakses HTTP (Hypertext Transfer Protocol) Internet.
Di bawah ini adalah statistik pengguna Internet di Indonesia:
TAHUN | Pengguna | Populasi | % Pend. | PDB per kapita* | Sumber Penggunaan |
2000 | 2.000.000 | 206.264.595 | 1,0 % | US$ 570 | ITU |
2007 | 20.000.000 | 224.481.720 | 8,9 % | US$ 1.916 | ITU |
2008 | 25.000.000 | 237.512.355 | 10,5 % | US$ 2.238 | APJII |
2009 | 30.000.000 | 240.271.522 | 12,5 % | US$ 2.329 | ITU |
2010 | 30.000.000 | 242.968.342 | 12,3 % | US$ 2.858 | ITU |
Secara keseluruhan, terdapat 10 negara di Asia termasuk Indonesia yang mengalami peningkatan drastis dalam jumlah pengguna Internet, sehingga menciptakan budaya Internet di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Internet memiliki pengaruh besar terhadap pengetahuan dan informasi dunia. Dengan Mesin Pencari yang disediakan oleh Google dan Yahoo, pengguna Internet di seluruh dunia dapat mencari informasi tentang berbagai topik melalui Internet dan mendapatkan hasil yang berkualitas. Kita dapat dengan cepat dan relevan mendapatkan informasi melalui Internet dibandingkan dengan mencari buku dan perpustakaan.
Pengembangan Internet di Indonesia juga telah memengaruhi stabilitas ekonomi. Berbagai transaksi penjualan yang sebelumnya hanya dilakukan dengan pertemuan tatap muka, kini menjadi sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet dikenal sebagai e-commerce (perdagangan elektronik). E-commerce melibatkan distribusi, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti televisi atau Internet dan jaringan komputer lainnya.
Hal lain yang menunjukkan pertumbuhan Internet di Indonesia adalah fasilitas Internet yang tersedia untuk digunakan di tempat umum. Sekitar 42% akses Internet di Indonesia dilakukan melalui kafe, warnet, hotspot, dll. Tempat umum lain yang menyediakan akses Internet adalah kampus, perpustakaan, dan kantor. Selain menggunakan PC (Komputer Pribadi), masyarakat juga dapat mengakses Internet melalui Ponsel mereka menggunakan fasilitas yang dikenal sebagai GPRS (General Packet Radio Service). Teknologi baru ini memiliki dampak positif dalam membawa masyarakat Indonesia menuju globalisasi.
Seberapa luas pemahaman Anda tentang Internet? Membangun bisnis yang sukses berarti merupakan keharusan bagi Anda untuk bekerja sama dengan teknologi ini. Sangat penting untuk memungkinkan perusahaan mengakses informasi melalui Internet. Jika Anda memerlukan bantuan dalam mempromosikan bisnis Anda melalui Internet, Web Architect - Perusahaan Desain Web Profesional dapat memberikan bantuan. Silakan kunjungi situs web kami untuk informasi lebih lanjut.