
Masalah umum bagi seorang desainer web ketika berurusan dengan gaya default dari browser tertentu. Sebagai contoh sederhana, nilai margin default atau padding default di Internet Explorer berbeda dengan yang diatur untuk Chrome atau Mozilla Firefox. Web Design Jakarta sangat menyadari masalah ini.
Untuk mengatasi masalah ini, JavaScript diterapkan untuk mendeteksi browser tertentu yang digunakan pengguna untuk memuat HTML. Meskipun menghasilkan hasil yang sangat baik, Web Design Jakarta menganggap praktik ini sebagai sesuatu yang rumit. Desainer harus menulis file gaya khusus untuk sempurna mencocokkan pengaturan gaya default yang berbeda di browser yang berbeda.
Web Design Jakarta datang dengan solusi menggunakan CSS Reset untuk meminimalkan kebutuhan menulis banyak file gaya. Dengan menggunakan teknik ini, Anda hanya perlu menulis satu file CSS tambahan dengan kode untuk mengatur ulang pengaturan default browser menjadi null. Web Design Jakarta percaya bahwa praktik ini akan menyederhanakan penulisan kode terkait tata letak browser yang berbeda.
Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut tentang merencanakan desain web yang sukses untuk perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi Web Architect - Perusahaan Desain Web Jakarta, Indonesia.