Digital Marketing

Penjelasan Perbedaan Backlink Dofollow dan Nofollow

Feb 05, 20239 mins read

Backlink adalah salah satu teknik SEO yang masih populer dan banyak digunakan untuk mendongkrak posisi suatu website di hasil pencarian. Backlink sendiri merupakan sebuah link yang ada di suatu konten website yang akan mengarahkan Anda ke website lainnya.

Meskipun dapat meningkatkan peringkat SEO, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar backlink Anda tidak terdeteksi sebagai spam. Sebab sebagai search engine terbesar, Google memiliki algoritma sendiri untuk mendeteksi backlink yang relevan dan berkualitas.

Dalam penerapannya, backlink terdiri atas 2 jenis yaitu backlink Dofollow dan Nofollow. Sehingga untuk membuat konten ramah SEO, Anda harus memahami apa perbedaan antara keduanya. Sebab kedua jenis link tersebut memiliki fungsi, kegunaan, dan pengaruh berbeda bagi performa SEO web Anda.

Apa Itu Link Dofollow?

Sesuai namanya, backlink Dofollow berasal dari bahasa Inggris yaitu “do follow” yang artinya “mengikuti”. Dalam dunia digital, link Dofollow dikenal sebagai backlink yang mengizinkan web crawler milik mesin pencari untuk menelusuri dan mengindeks link tautan yang ingin disisipkan pada website lain.

Artinya, jika sebuah link bertipe backlink Dofollow disematkan pada konten, maka website yang memberikan backlink akan mengikuti tautan tersebut secara langsung sampai ke akar-akarnya.

Sehingga ketika Google melakukan crawling pada konten yang memiliki backlink Dofollow, maka secara otomatis search engine juga akan ikut melakukan crawling pada tautan tersebut. Kemudian, mesin pencari akan mendeteksi link website tersebut sebagai web yang layak menjadi referensi.

Semakin banyak sematan link Dofollow yang relevan dan berkualitas, maka mesin pencari akan melihat website Anda sebagai web berkualitas dan menjadi rekomendasi pilihan.  Oleh karena itu, link Dofollow banyak digunakan oleh para blogger dan website portal berita untuk mendongkrak posisi mereka di hasil pencarian.

Apa Itu Link Nofollow?

Secara bahasa, backlink Nofollow juga terdiri atas dua kata bahasa Inggris yaitu “no follow” yang berarti “tidak mengikuti”. Artinya ketika mesin pencari seperti Google melakukan crawling, maka link Nofollow sama sekali tidak akan terindeks di search engine.

Meskipun tidak dapat ditelusuri dan diindeks oleh Google, bukan berarti backlink Nofollow tidak bermanfaat bagi sebuah website. Sebab penggunaan link Nofollow sangat baik untuk menyeimbangkan pemberian link Dofollow dan mengurangi spam di website Anda.

Pasalnya, penggunaan backlink Dofollow yang terlalu banyak pada sebuah website dapat terdeteksi sebagai spam oleh Google. Jika terdeteksi sebagai spam, maka dampaknya adalah website Anda tidak dapat bersaing di search engine.

Kapan Link Nofollow Dapat Digunakan?

Awalnya, atribut link Nofollow pertama kali diperkenalkan oleh Google pada 2005 untuk menangani tautan yang bersifat spam. Sejak 2020, Google mengklaim bahwa fungsi Nofollow adalah sebagai tanda atau petunjuk untuk tidak mengikuti dan mengindeks link target.

Jadi, link Nofollow dapat digunakan ketika Anda ingin menyematkan tautan yang tidak wajar, atau ketika Anda tidak ingin situs web Anda dikaitkan dengan URL target tersebut. Contohnya, Anda bisa menggunakan Nofollow untuk link bersponsor, tautan afiliasi, atau link user-generated content (UGC).

Misal, jika Anda ingin menyisipkan sebuah tautan yang mengarah ke website lain melalui konten di web Anda, maka Anda bisa menggunakan tag link Nofollow. Kecuali jika Anda memiliki kesepakatan bersama web yang ditautkan, maka Anda dapat menggunakan link Dofollow agar bisa saling menguntungkan.

Baca juga artikel tentang : Rekomendasi Free Live Chat Web Software untuk Bisnis Anda

Apakah Link Nofollow Memiliki Manfaat Untuk SEO?

Jadi, apakah link Nofollow memiliki manfaat yang spesifik untuk performa SEO? Berbeda dengan Dofollow yang dapat langsung meningkatkan peringkat SEO suatu website di mesin pencari, Nofollow tidak akan memberi pengaruh langsung.

Sebab ketika terdapat backlink Nofollow pada sebuah website, mesin pencari akan berusaha untuk tidak menampilkannya di hasil pencarian. Mesin pencari seperti Google justru akan menandai link tersebut supaya tidak muncul ketika ada yang mengunjunginya.

Meskipun tidak memiliki manfaat langsung untuk meningkatkan performa SEO, namun link Nofollow tetap memiliki sejumlah manfaat tidak langsung seperti:

Mengurangi Spam Pada Blog

Anda bisa memanfaatkan backlink Nofollow untuk melindungi website dari banyaknya spam yang berpotensi mengurangi kualitas web Anda. Contohnya, Anda bisa menggunakan Nofollow untuk link komentar, review, afiliasi, atau link menuju situs yang kurang terpercaya.

Membuat Backlink Menjadi Lebih Natural

Salah satu nilai plus dari sebuah website di halaman mesin pencari Google adalah backlink yang natural atau alami. Google cenderung lebih menyukai pencarian secara manual dibanding backlink Dofollow yang berlebihan, sehingga penggunaan Nofollow bisa menjadi solusinya.

Cara Melakukan Cek Link Nofollow

Dari sisi pembaca selaku pengunjung web, sepintas tidak ada perbedaan yang spesifik antara link Dofollow dan Nofollow. Cara mengetahui apakah suatu link adalah Dofollow atau Nofollow adalah dengan memeriksa rincian HTML-nya.

Ada 2 metode untuk melakukan cek link Nofollow, yaitu memeriksa kode HTML-nya secara manual atau menggunakan tool tertentu. Untuk mengecek link Nofollow secara manual, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Buka halaman website yang ingin Anda periksa jenis backlink-nya.

Arahkan pointer mouse ke tautan yang ingin diperiksa jenis link-nya.

Klik kanan hingga muncul menu pop up > pilih Inspect.

Jika berhasil, maka halaman HTML web tersebut akan muncul di bagian samping atau bawah layar, tergantung pada pengaturan browser yang digunakan.

Di halaman HTML tersebut, lihat ke bagian detail penulisan link. Jika setelah penulisan link terdapat tulisan rel="nofollow", artinya tautan tersebut bersifat Nofollow. Jika tidak ada, maka tautan tersebut adalah Dofollow.

Untuk melihat jenis link lain dari halaman yang sama, cukup arahkan kursor Anda ke tautan tersebut dengan langkah yang sama.

Sebagai contoh, coba bandingkan penulisan kedua link berikut ini:

 WEBARQ

 WEBARQ

Dari 2 contoh di atas, kira-kira tautan manakah yang merupakan link Nofollow? Ya, benar. Tautan yang memiliki tulisan rel="nofollow" adalah backlink Nofollow. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengeceknya melalui tools analisis seperti Ahrefs atau Moz.

Apakah Buruk Memiliki Nofollow Link ke Website Anda?

Jadi, apakah buruk memiliki Nofollow link yang mengarah ke website Anda? Jawabannya adalah tidak, sebab memperoleh Nofollow bukan hal yang buruk, meskipun Anda juga tidak dapat memperoleh keuntungan langsung dari aspek performa SEO.

Meskipun demikian, Nofollow link tetap dapat bermanfaat untuk menghasilkan traffic ke website Anda dan bisa menyeimbangkan penggunaan backlink. Pada dasarnya, profil backlink yang baik dan natural terdiri atas distribusi Dofollow dan Nofollow yang seimbang.

Website atau blog yang “sehat” atau dianggap berkualitas oleh search engine biasanya memiliki jumlah link Dofollow lebih banyak dibandingkan Nofollow. Sehingga untuk menjaga distribusi jenis backlink tetap imbang, Anda bisa memasukkan link Nofollow sesekali.

Jika mengalami kendala dalam mengelola backlink Dofollow maupun Nofollow di website, Anda dapat mempercayakan WEBARQ untuk mengatasinya. WEBARQ adalah digital marketing agency yang sudah berpengalaman lebih dari 1 dekade di bidang digital.

Dengan tim web development yang profesional, kami berkomitmen untuk selalu memaksimalkan potensi digital marketing website perusahaan Anda. Bersama WEBARQ, pengelolaan backlink yang berkualitas dapat dilakukan dengan mudah. Untuk informasi lebih lengkap mengenai jasa digital agency terbaik klik disini.